God Never Leave You

 Hai teman-teman bloger, ini saya kembali lagi setelah 3 tahun berlalu saya baru menulis blog, bagaimana kabar kalian saya harap semuanya baik-baik ya. Oya bagaimana cerita kalian dalam tiga tahun terakhir ini bahagia? sedih? kehilangan orang yang kalian sayangi? atau malah kalian sudah pada nikah😇😇 hehehehe selamat ya,,semoga bahagia selalu.

Nahhh, saya mau cerita tentang perjalanan saya tiga tahun tekahir ini, jadi dicerita sebelumnya saya sudah berbagi pengalaman tentang beasiswa LPDP, tapi kali ini saya mau cerita tentang bagaimana survive dalam menghadapi berbagai tantangan untuk bisa menyelasaikan studi, dimana pada waktu saya sudah di Bandung untuk kuliah dengan mengambil  program studi pendidikan bahasa Inggris tetapi karena kondisi lingkungan yang sangat digin membuat saya harus mengalami hipotermia dan kekurangan kalium, ya hal ini disebabkan perbedaan antara asal kota saya yang panas dan kota Bandung yang begitu digin, sehingga saya harus dirawat di rumah sakit kota Bandung selama satu hari satu malam, tapi karena teman-teman apartemen, tetangga, dokter (doktor koas bekerja dengan profesional) terlebih campur tangan Tuhan akhirnya saya dikatakan sembuh dan bisa pulang.

Sampai di apartemen saya menutuskan untuk pindah program studi dan perguruan tinggi, sehingga beberapa minggu kemudian saya mengajukan deffer kepihak LPDP, didukung dengan data yang akurat berdasarkan alasan perpindahan program studi dan PT. Beberapa bulan kemudian dibalas oleh pihak LPDP bahwa harus upgrade TOEFL (Test of English as a Foreign Language) sehingga saya melakukan tes di Universitas Erlangga dan mendapatkan sertifikat tersebut dan diupload pada aplikasi e-beasiswa dan LPDP menyetujui deffer, dengan catatan mendapatkan LOA (surat diterima dikampus tujuan).

Pada tanggal 30 Oktober 2022 saya take of dari Bandara Iternasional Husein Sastranegara ke Bandara I Gusti Nugrah Rai, jadi awalnya saya mau kuliah di Universitas Pendidikan (UPI di Bandung) tapi saya pindah Program Studi Pariwisata di Universitas Udayana-Denpasar, dan disanalah proses perkuliahan dimulai (01 September 2023), saya banyak bertemu teman-teman yang berbeda suku, budaya, agama dan ras tapi mereka sangat baik bahkan dikelas kami saling dukung untuk bisa sama-sama graduate dan benar pada tanggal 31 Juli 2025 kami lulus bersama dan kami melakukan perpisahan kelas.




Selama studi tentunya banyak tantangan dalam hidup, dimana saya harus kehilangan orang yang saya sayangi dan itu membuat saya sangat rapu, tapi karena doa dan campur tangan Tuhan Yesus saya dapat melewati semua badai dengan hati yang penuh harap pada Bapa, memang saya tidak melihatNya tapi kuasaNya sangat nyata dalam hidupku, terkadang kita berpikir bahwa Tuhan itu jauh padahal sebenarnya Dia sangat dekat hanya kita yang kadang tidak membuka diri untuk Tuhan bekerja atas hidup kita.

sampai disini cerita saya next kita berbagi pengalaman lagi ya, jaga kesehatan doakan orang tuamu dan keluargamu agar kita semua diberkati selamanya..Oyaa saat ini saya sudah di tempat asal saya, dan sekarang sedang bekerja. terima kasih sudah mengikuti cerita saya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIA YANG MENUNTUN

Dia Bapa yang baik